Mengenal Beberapa Algoritma Konsensus dalam Blockchain

Mengenal Beberapa Algoritma Konsensus dalam Blockchain
Source: Pixabay

Secara umum konsensus dapat diartikan sebagai kesepakatan kata atau pemufakatan bersama yang dicapai melalui kebulatan suara dengan tujuan untuk kepentingan bersama.

Dalam ranah blockchain konsensus merupakan suatu perhitungan yang rumit dan kompleks data guna menghasilkan persetujuan secara bersama tentang validasi suata transaksi sehingga dapat ditetapkan hash yang autentik dan valid kedalam sebuah block dalam jaringan blockchain.

Pada dasarnya terdapat banyak algoritma yang digunakan  blockchain dan cryptocoin Setidaknya ada 3 yang paling populer yaitu:

Proof Of Work (PoW)

Merupakan sebuah protokol yang digunakan dalam proses mining mata uang crypto bitcoin oleh Satoshi Nakamoto.
Sebagaimana namanya algoritma proof of work (bukti kerja) memerlukan kerja komputasi  memecahkan kode kode untuk menambang sebuah block  yang di distribusikan dalam sebuah buku besar (Ledger) yaitu blockchain.

Algoritma ini pertama sekali di perkenalkan oleh Cynthia Dwork dan Moni Naor pada tahun 1993, kemudian pada tahun 2009 baru diterapkan oleh awner coin shell Markus Jakobsson.

Beberapa koin yang menggunakan PoW diantaranya adalah :

  • Bitcoin (BTC)
  • Ethereum (ETH)
  • Litecoin (LTC)
  • Monero (XMR)


Proof Of Stake (PoS)

Diperkenalkan oleh  Sunny King dan Scott Nadal pada 2012 lalu .
Proof of Stake sebagai  metode konsensus alternatif yang dianggap murah dan hemat energi pengganti PoW untuk mengatasi besarnya daya yang dibutuhkan untuk komputasi dalam proses mining.

Dalam PoS tidak memerlukan alat mining dan keahlian khusus seperti pada algoritma PoW, besarnya koin yang dihasilkan tergantung dari jumlah staking dalam wallet, dengan kata lain semakin besar simpanan koin yang dimiliki maka semakin banyak pula jumlah koin yang di dapat atau dihasilkan.

Coin yang menggunakan konsensus Pos ini diantaranya :

  • Blackcoin
  • Peercoin (PPC)
  • NXT
  • Radcoin (RDD)
  • Bitbean (BTB)

Delegate Proof Of Stake (dPoS)

Konsensus dPoS " bukti kepemilikan yang di di delegasikan"  tidak jauh beda dari PoS yang merupakan bentuk demokrasi digital dimana voting dilakukan secara realtime oleh para stakeholder terhadap delegasi.
Kemudian delegasi yang terpilih diberikan wewenang untuk menciptakan blok dan proses perifikasi.

Jika didalam algoritma konsensus PoS pemilihan pembuatan block bersifat Pseudorandom yaitu berdasarkan jumlah dan umur dari  sebuah Coin/Token, maka pada konsensus DPoS ini setiap delegasi pembuat block akan ditentukan dengan cara voting.

Algoritma konsensus dPoS digunakan oleh beberapa coin seperti :


Jika dilihat dari 3 (tiga)  algoritma konsensus yang kita bahas diatas masing masing memiliki kelebihan dan kekurangan, namun Delegate Proof Of Stake jauh lebih efisien dan mudah di gunakan terutama di kalangan masyarakat awam, tidak membuhtukan perangkat keras dan deretan mesin minner, cukup dengan smartphone sudah dapat berkecimpung dalam dunia cryptocurrency.

Selain itu ada beberapa konsesus lain yang digunakan dalam cryptocoin seperti : Delegated Byzantine Fault Tolerance, Proof Of Importance, Proof Of Authority, Proof Of Space/Capacity dan Leased Proof Of Stake.


Semoga bermanfaat

Belum ada Komentar untuk "Mengenal Beberapa Algoritma Konsensus dalam Blockchain"

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar Dengan Bahasa yang Santun dan Sesuai Topik Pembahasan
Terimakasih

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel